Bible Study: FrontPage




 

Pengkhotbah, Chapter 1

Bible Study - Pengkhotbah 1 - Indonesian - ITB Terjemahan Baru 1974, 1977 - Web
 
 
 
Comment!       Comment Disqus!
  
1. Inilah perkataan Pengkhotbah, anak Daud, raja di Yerusalem.
  
2. Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia.
  
3. Apakah gunanya manusia berusaha dengan jerih payah di bawah matahari?
  
4. Keturunan yang satu pergi dan keturunan yang lain datang, tetapi bumi tetap ada.
  
5. Matahari terbit, matahari terbenam, lalu terburu-buru menuju tempat ia terbit kembali.
  
6. Angin bertiup ke selatan, lalu berputar ke utara, terus-menerus ia berputar, dan dalam putarannya angin itu kembali.
  
7. Semua sungai mengalir ke laut, tetapi laut tidak juga menjadi penuh; ke mana sungai mengalir, ke situ sungai mengalir selalu.
  
8. Segala sesuatu menjemukan, sehingga tak terkatakan oleh manusia; mata tidak kenyang melihat, telinga tidak puas mendengar.
  
9. Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari.
  
10. Adakah sesuatu yang dapat dikatakan: "Lihatlah, ini baru!"? Tetapi itu sudah ada dulu, lama sebelum kita ada.
  
11. Kenang-kenangan dari masa lampau tidak ada, dan dari masa depan yang masih akan datangpun tidak akan ada kenang-kenangan pada mereka yang hidup sesudahnya.
  
12. Aku, Pengkhotbah, adalah raja atas Israel di Yerusalem.
  
13. Aku membulatkan hatiku untuk memeriksa dan menyelidiki dengan hikmat segala yang terjadi di bawah langit. Itu pekerjaan yang menyusahkan yang diberikan Allah kepada anak-anak manusia untuk melelahkan diri.
  
14. Aku telah melihat segala perbuatan yang dilakukan orang di bawah matahari, tetapi lihatlah, segala sesuatu adalah kesia-siaan dan usaha menjaring angin.
  
15. Yang bongkok tak dapat diluruskan, dan yang tidak ada tak dapat dihitung.
  
16. Aku berkata dalam hati: "Lihatlah, aku telah memperbesar dan menambah hikmat lebih dari pada semua orang yang memerintah atas Yerusalem sebelum aku, dan hatiku telah memperoleh banyak hikmat dan pengetahuan."
  
17. Aku telah membulatkan hatiku untuk memahami hikmat dan pengetahuan, kebodohan dan kebebalan. Tetapi aku menyadari bahwa hal inipun adalah usaha menjaring angin,
  
18. karena di dalam banyak hikmat ada banyak susah hati, dan siapa memperbanyak pengetahuan, memperbanyak kesedihan.


Search in:
Terms:

Vote and Comment on Facebook:Recommend This Page:
Post on Facebook Add to your del.icio.us Digg this story StumbleUpon Twitter Google Plus Post on Tumblr Add to Reddit Pin this story Linkedin Google Bookmark Blogger
Insert Your Personal Insight:

Please do not make mean comments and follow the biblical and spiritual character of this forum. If, however unpleasant situations arise, we request to flag it to us in order to evaluate the situation.

Text source: ITB - The Indonesian Terjemahan Baru. Copyright (c) Lembaga Alkitab Indonesia (Indonesian BibleSociety), 1974, 1997. Released for non-profit scholarly and personal use. Not to be sold for profit. When making formal public reference to the materials, please acknowledge The Indonesian Bible Society (Lembaga Alkitab Indonesia) as the copyright holder. You shall NOT make copies for your friends. DILARANG MEMPERBANYAK TANPA IZIN TERTULIS DARI LAI.

This project is based on delivering free-of-charge the Word of the Lord in all the world by using electronic means. If you want to contact us, you can do this by writing to the following e-mail: bible-study.xyz@hotmail.com


SELECT VERSION

COMPARE WITH OTHER BIBLES